Langsung ke konten utama

Profil Baek Yi-jin : Cowok Pekerja Keras di Drama Korea Twenty Five Twenty One


Drama Korea Twenty Five Twenty One - Tayang di Tvn & Netflix


Baek Yi-jin yang diperankan oleh Nam Joo Hyuk dalam drama Korea Twenty Five Twenty One (25 21) berprofesi sebagai wartawan sebuah stasiun televisi UBS. 


Beberapa pekerjaan serabutan dilakukannya saat itu karena ayahnya bangkrut akibat krisis moneter yang melanda seluruh negeri. Kejadian itu adalah imbas IMF di tahun 1998.


Lalu, apa saja pekerjaan yang dilakukan Baek Yijin? Postingan ini sekadar review mini drama Korea Twenty Five Twenty One.


Simak ya! 


Inilah 4 Pekerjaan yang Dilakukan Baek Yi-jin dalam Draama Korea Twenty Five Twenty One:


1. Baek Yi-jin Bekerja Jadi Tukang Loper Koran


Masih ingat kejadian yang ada di episode awal drama Korea 2521 yang ditayangkan di TvN dan Netflix?


Saat itu Baek Yi-jin sedang melempar koran ke halaman rumah Na Hee-do (Kim Taeri), lalu ia merasa bersalah karena koran yang dilempar mengenai patung anak kecil yang sedang berkemih. Patung itu rusak dan membuat anak itu tidak bisa berkemih. 


Sedangkan Na Hee-do merasa marah karena koran yang dilempar Baek Yijin telah merusak benda kesayangannya.


Kim Taeri - Drama Korea Twenty Five Twenty One
Marah sama Baek Yi-jin 😅


Setelah itu, Na Hee-do bertemu dengan Baek Yijin, lalu dia minta ganti rugi. Namun, Baek Yijin bilang bahwa itu hari pertamanya bekerja sebagai tukang loper koran. 


Jadi dia meminta maaf, dan tidak bisa menggantinya. Ia akan menggantinya lain kali jika sudah punya uang.


Na Hee-do berantem sama Baek Yi-jin

Lagipula, patung anak kecil berkemih itu hanya patung KW alias palsu. Patung yang aslinya ada di Spanyol. Lol 😆


Selain itu, Baek Yijin juga sempat dimarahin oleh pelanggan koran karena telat mengirimkannya. Ada juga pelanggan yang nggak mau lagi menerima koran karena dianggap membuang uang di masa krisis.


Baek Yijin jadi kang loper koran

Baek Yijin baru kali ini merasakan lelahnya bekerja. Sebagai mantan anak orang kaya raya banget, biasanya ia hanya belajar di kampus. Namun, krisis moneter menghantam perekonomian keluarganya. Baek Yi-jin pun keluar dari kampus dan terpaksa bekerja serabutan.


Baca juga :  Misteri Menuju Ending Drama Korea Twenty Five Twenty One


2. Baek Yi-jin Sebagai Penjaga Kios Penyewaan Komik


Menjaga kios komik ternyata lebih menyenangkan bagi Baek Yi-jin. Selain lebih nyaman karena bekerja di dalam ruangan, jauh dari terik matahari dan hujan, ia juga bisa ikutan baca buku tersebut.


Sayangnya, penjaga kios penyewaan komik juga butuh ketegasan. Apalagi buku yang disewakan harus dicek satu per satu agar tetap bersih dan tidak rusak. 


Hee-do kaget dipinjemin komik Full House sama Baek Yi-jin  


Baek Yijin bertemu lagi dengan Na Hee-do saat cowok itu sedang jaga kios penyewaan komik. Na Hee-do berebut komik dengan Ko Yu-rim karena komik Full House edisi terbaru baru saja muncul.  Sayangnya, Na Hee-do harus rebutan dengan Yurim yang notabene adalah rivalnya di club anggar. 


Demi menjaga agar keduanya tidak ribut di kios komik, Baek Yijin pun bilang kalau ia terpaksa meminjamkan komik itu ke Na Hee-do karena gadis itu adalah member kios komik. Yi-jin mendahulukan Hee-do karena peraturan kios memang seperti itu.


Baek yijin nam joohyuk
Na Hee-do minta didahulukan minjam komik Full House edisi terbaru

Praktis ini bikin Yu-rim jdi sedih dan kesal. Sedangkan Hee-do segera kabur dari kios agar bisa membaca komik Full House di kamarnya.


Bekerja sebagai penjaga komik memberi keleluasaan bagi Baek Yi-jin untuk mengerjakan hal lain juga. Saat pagi hari, dia berubah jadi tukang loper koran, siang sampai malam jadi penjaga kios sewa komik.


3. Baek Yi-jin sebagai Penjual Aneka Seafood di Pasar Ikan Pohang


Pekerjaan ketiga yang dikerjakan Baek Yi-jin adalah menjadi penjual aneka seafood di sebuah pasar ikan di Pohang. 


Saat itu, Baek Yi-jin memutuskan untuk kabur dari Seoul dan pergi ke rumah pamannya, karena ia khawatir adiknya diganggu oleh orang yang menagih hutang. Bahkan Baek Yi-jin pun membuang pager yang dipakai adiknya dan juga dirinya. Jadi, orang tidak bisa menghubunginya lagi, termasuk Na Hee-do dan Ko Yu-rim. 


Baek Yi-jin beralih kerjaan jadi penjual seafood


Pekerjaan ketiga ini dilakukan oleh Baek Yijin selama ia di Pohang, hingga ia bisa menabung demi mewujudkan impiannya agar bisa bekerja dengan lebih mapan.


Saat di Pohang, Baek Yijin sedih karena melihat adiknya tidak mau mengakuinya sebagai kakak, ketika adiknya melewati pasar ikan. 


Alasannya karena adiknya takut teman-temannya tidak mau dekat dengannya, sehingga ia pun mengaku bahwa kakaknya adalah orang kaya yang punya mobil mewah/ sport car. Padahal mobil itu itu sudah diberikan pada bibinya. Jadi, statusnya Baek Yijin hanya menggunakan mobil itu jika perlu saja.


4. Baek Yi-jin Bekerja Menjadi Reporter Berita Olahraga Anggar di Stasiun TV UBS, Seoul


Reporter Baek Yi-jin yang diperankan Nam Joo-hyuk dalam drama Korea Twenty Five Twenty One di TvN


Pekerjaan keempat yang dilakukan Baek Yi-jin adalah menjadi seorang reporter berita olahraga Anggar di stasiun penyiaran televisi UBS, Seoul.

Saat itu, krisis moneter melanda seluruh wilayah di negara Korea Selatan tahun 1998. Banyak mahasiswa yang terpaksa berhenti kuliah. Itu sebabnya, stasiun televisi merekrut karyawan lulusan SMA. Baek Yi-jin ikut menjadi salah satu karyawan yang diterima dengan ijazah SMA Taeyang. 

Baek Yijin Quotes

Baek Yijin memang masih pemula di industri penyiaran, tapi ia semangat bekerja, dan berani untuk ambil risiko. Meski pekerjaannya kadang membuatnya harus begadang dan lembur, namun ia yakin bahwa pekerjaan ini akan membantunya untuk keluar dari kemiskinan. 

Baek Yi-jin berjanji ia akan serius bekerja dengan giat. Yi-jin yang awalnya bingung gimana cara cari kotak telepon saat harus melaporkan liputan live, akhirnya belajar menyiasati masalah di lapangan. 

Siaran di tengah raungan anak anjing

Yeaah... Mulai dari pusing nyari kotak telepon, ngatasi laptop yang ngadat alias error, belajar ngafalin isi liputan, bahkan sampai harus cari cara meliput di tengah pet shop yang super berisik. Juga belajar membuat konsep film dokumenter yang akan disiarkan di TV.

Baek Yi-jin juga pernah meliput di bawah guyuran air hujan, sampai membuatnya harus membacakan berita dengan bantuan ingatannya. Soalnya buku catatannya basah semua. Tulisannya nggak kebaca dong. Haha 😅

Bener-bener keren deh! Perjuangan Yijin buat bekerja tak kenal lelah ya. Hehe

Semoga semangat Baek Yi-jin membantumu melewati masa krisis di masa pandemi seperti sekarang ya. ❤

Selamat menonton drama korea Twenty Five Twenty One di Netflix dan TvN setiap hari Sabtu dan Minggu pukul 21.10 ya! 

Nah, itulah tadi profil Baek Yi-jin : Cowok Pekerja Keras di Drama Korea Twenty Five Twenty One

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Review Film Remaja Indonesia] Rompis : Sebuah Roman Picisan

  Review Film Rompis : Sebuah Roman Picisan   Tayang perdana tahun 2018 Durasi film : 1 jam 39 menit Pemain film : Arbani Yasiz, Adinda Azani, Umay Shahab, Cut Beby Tshabina Sutradara : Monty Tiwa Rating : 8/10 bintang  Nonton di Netflix

Sebuah Kado Istimewa Untuk Orang Spesial

Mengenal teman dari berbagai kalangan seringkali membuat saya harus mulai memahami mereka sebagai sebuah individu yang utuh. Bukan hanya sebuah nama tapi juga kepribadian. Ada yang sangat halus perasaannya hingga mudah menangis bahkan meski tak menonton film romantis melankolis. Ada yang sangat keras dengan prinsip hingga membuat orang yang berada di dekatnya harus mengerti saat ia mulai mengeluarkan statement tertentu. Ada yang sangat antipati dengan konflik hingga menganggap hingar bingar tak cocok baginya. Ada pula yang sangat lucu jika berceloteh hingga membuat teman di sekitarnya bisa tertawa hanya dengan mendengar ceritanya. Banyak karakter dengan spesifikasi yang berbeda membuat saya mengerti manusia diciptakan tak hanya 4 jenis saja, bahkan ada yang gabungan sifat dari melankolis koleris maupun sanguin plegmatis.

Sajak Gusmus Tentang Cinta

Sajak Cinta - Gus Mus (KH. Musthofa Bisri) cintaku kepadamu belum pernah ada contohnya.. cinta romeo kepada juliet,si majnun qais kepada laila belum apa apa... temu pisah kita lebih bermakna dibandingkan temu-pisah Yusuf dan Zulaikha... rindu-dendam kita melebihi rindu-dendam Adam dan Hawa