Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2013

Resensi Novel Cinta Tanpa Jeda by Indah Hanaco

Novel Cinta Tanpa Jeda by Indah Hanaco. Saya punya buku ini udah lama, banget. Hehe. Sejak agustus tahun lalu kayaknya *lupa-lupa ingat* Satu-satunya alasan membeli buku ini awalnya karena nama penulisnya saya kenal, sama-sama satu grup penulisan. Liat buku di gramedia pandanaran, langsung saya bawa ke kasir dan pulang.  Saya baru kelar baca karena pas agustus lagi sibuk, hehe :Dv  Di buku ini, ada bagian-bagian tertentu yang bikin hati rasanya ikut nangis. Jadi saya berusaha nulis apa inti dari kisah di buku ini ya. :) Mae Sallina, seorang aktris ternama yang mempunyai talenta bagus di banyak film yang dibintanginya, merasakan trauma yang hebat atas masa lalunya yang kelam. Waktu kecil Mae pernah diperkosa oleh pamannya sendiri, dan sampai bertahun-tahun lamanya, luka itu masih saja membekas dalam dirinya.  Trauma masa lalu yang membuat dia menjauh dari laki-laki manapun, juga membuat dia membentengi diri dari dunia luar. Seolah semua orang patut dicurigai sebagai

Kesalahan Interaksi

foto diambil di sini Apa yang salah dari berinteraksi lawan jenis?  Pertanyaan itu sudah lama saya pikirkan sejak dulu. Rasanya malas sekali untuk membahas andai saja bukan karena masalah itu muncul lagi.  Satu-satunya yang membuat saya trauma adalah laki-laki yang baik, yang katanya mencintai perempuannya tapi masih saja suka nyamber sana sini dan komen sana sini pula. Saat itu langsung terlintas dalam benak saya ; apa laki-laki ini laki-laki normal? kalau iya, seharusnya dia menjauhi sumber terjadinya perselingkuhan.    Saya percaya cinta bisa datang dari terbiasa. Orang jawa bilang "Witing tresno jalaran soko kulino" Cinta datang karena terbiasa, makanya risih liat yang begitu itu. Rasanya pengen nonjok sekencang-kencangnya!  Sama halnya dengan laki-laki, perempuan pun bisa juga jatuh cinta lagi dengan laki-laki lain andai didekati terus menerus oleh laki-laki lain. Dalih kalau itu hanya sekedar interaksi biasa rasanya ga banget. Maukah laki-laki itu