Langsung ke konten utama

Misteri Menuju Ending Drama Korea Twenty Five Twenty One

Haloo... buat kamu yang ngikutin drama Korea 2521 (Twenty Five Twenty One) yang diperankan oleh Nam Joohyuk dan Kim Taeri pasti penasaran dong dengan ending kisah dalam dramanya. Kira-kira bakal kayak gimana ya? 


Saya malah penasaran dengan beberapa clue yang dikasih sama penulis skenario dan sutradara Drama Korea Twenty Five Twenty One.




Misteri Menuju Ending Drama Korea Twenty Five Twenty One :


1. Siapa ayah Kim Min-chae anak Na Hee-do?

Dalam drama Twenty Five Twenty One di episode awal udah dikasih lihat kehidupan Na Hee-do di tahun 2022, saat ia mengantar anak gadisnya kompetisi menari balet. 

Nama anak Na Hee-do adalah Kim Min-chae. Artinya nama ayah anak itu menggunakan marga Kim. Sedangkan pacar Na Hee-do di usia 20 an adalah Baek Yi-jin. 




Apakah Yi-jin ganti marga menjadi marga Kim karena ayahnya dinyatakan pailit/bangkrut? Ataukah ia tidak menikah dengan Na Hee-do?

Apakah Kim Min-Chae adalah anak angkat? Masih jadi tanda tanya nih. 


Siapa dong bapaknya Kim Min-chae? 🤣


Tapi di preview episode 13 bakalan dikasih lihat bahwa ada tokoh baru namanya Junho  dan Na Hee-do manggil dia oppa. Nah lho? Apakah dia adalah mantan pacar Hee-do zaman dulu, trus di masa depan bakal jadi ayah Kim Min-chae? 


Kim Junho, atlet anggar Korea


Soalnya denger-denger ada atlet anggar Korsel yang namanya Kim Junho. Nah lho, makin overthinking  kan? 😂


2. Inspirasi drama Twenty Five Twenty One dari  kisah nyata?


Masih jadi misteri benarkah inspirasi drama ini dari kisah nyata yang sesuai dengan cerita dalam lagu Twenty Five Twenty One? Katanya  kekasih penyanyi lagu itu meninggal di usia muda, karena kelelahan bekerja. 

3. Baek Yi-jin masih hidup atau sudah meninggal?


Kisah hidup Baek Yi-jin terbilang menyedihkan. Ia harus ikut menanggung beban hutang keluarganya. Baek Yi-jin bahkan sampai harus tinggal di kosan yang sangat kecil di gang sempit. 


Bareng ayang nonton kembang api

Kosan itu adalah kamar sewa keluarga Ji Seung-wan, adik kelasnya di SMA Taeyang. Kamarnya sangat kecil  meskipun letaknya di belakang rumah Seung-wan, tapi masih nyaman ditempati. 

Jika Baek Yi-jin masih hidup, apakah ia sudah bisa melunasi hutang keluarganya? Apakah keluarganya akan bersatu kembali? Lalu, apa pekerjaannya nanti? 

4. Wajah ibu Yijin mirip dengan Na Hee-do versi dewasa


Katanya jodoh itu bakalan mirip dengan keluarga. Nah, yang aku lihat, wajah ibu Baek Yi-jin mirip dengan Na Hee-do versi dewasa. Mirip dari segi senyum dan matanya yang sipit sipit belo. Entah apakah Na Hee-do benar-benar jadi jodoh Yi-jin atau tidak ya?

Biasanya wajah artis muda akan dibuat mirip dengan dewasa, meski nggak selalu sama sih. 

5. Nasib Member Geng / Squad SMA Taeyang 


Setiap orang punya impian masing-masing. Akankah setiap member geng/squad SMA Taeyang akhirnya mendapatkan impian mereka? 

Kalau dilihat Baek Yi-jin pengin pergi ke NASA  tapi akhirnya malah jadi penjaga toko sewa komik, loper koran, jualan aneka seafood di Pohang, bahkan akhirnya jadi reporter di stasiun penyiaran UBS. Sepertinya Yijin akan berkompromi dengan impiannya. 


Squad sma Taeyang
 Drama Korea Twenty Five Twenty One



Sedangkan Na Hee-do bisa saja menjadi pelatih atau malah pengusaha. Karena ia memiliki cafe 2521 yang memajang kursi kecil berwarna-warni di dinding cafenya. 

Di episode 12, waktu Na Hee-do ngobrol sama ibunya, Hee-do disuruh ambil kuliah soalnya biar hidupnya nggak hanya sebagai atlet. Apalagi atlet kan pasti ada masa pensiunnya ya. Kalaupun Hee-do ambil kuliah, biaya kuliah bakalan ditanggung sama beasiswa dan tambahan uang dari ibunya. 

Intinya, ibunya mau Hee-do punya masa depan yang lebih cerah. Misal : jadi dosen dan atlet  dua-duanya masih linier dengan hobi anggarnya.

Seungwan entah jadi apa, karena dia bilang hidupnya membosankan. Di episode 12, Seung-wan lebih memilih keluar dari sekolah daripada harus mengakui kesalahannya karena siaran ilegal DJ Wan-Seung yang menyebut adanya kekerasan di SMA Taeyang. Dia juga menyebut nama guru yang melakukannya. 

Ji Seung-wan bilang ia mau ambil gap-year, lalu ikut ujian penyetaraan sekolah tingkat SMA. Agak kaget sih sama idealisme Seung-wan yang berjuang buat bikin gurunya kapok melakukan tindak kekerasan pada murid, tapi dia keren banget! 

Sedangkan Ji-Woong apakah akan menjadi penyanyi? Kalau lihat cara dia bermain musik yang masih butuh dipoles, aslinya ada bakat jadi penyanyi lho. Siapa tahu dia jadi artis betulan, kan? Who knows ya. Hehe. Tapi dia ambil ujian kuliah lho. Keren lah! 🤩

Kalau lihat Ko Yu-rim, sepertinya dia bakalan fokus cari kerja. Meski sebenarnya kalau dia tetap jadi atlet dan bakalan jadi pelatih tim nasional Korea, kayaknya lebih keren ya. Karena dunianya adalah anggar, bahkan sejak dia usia SD sudah bertanding anggar. 

Hmm... Tapi Yu-rim bilang dia nggak punya uang dan harus segera bisa menghasilkan uang setelah lulus. Semoga aja Yu-rim nggak bener-bener berniat buat pindah kewarganegaraan ya. Soalnya jadi atlet di masa krisis moneter emang tantangannya lebih berat. Apalagi nggak bisa ambil uang pensiun lebih cepat. Huhu


Nah, semoga ending Drama Korea Twenty Five Twenty One membahagiakan ya. 🥰

❤❤❤


Baca juga : 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Review Film Remaja Indonesia] Rompis : Sebuah Roman Picisan

  Review Film Rompis : Sebuah Roman Picisan   Tayang perdana tahun 2018 Durasi film : 1 jam 39 menit Pemain film : Arbani Yasiz, Adinda Azani, Umay Shahab, Cut Beby Tshabina Sutradara : Monty Tiwa Rating : 8/10 bintang  Nonton di Netflix

Sebuah Kado Istimewa Untuk Orang Spesial

Mengenal teman dari berbagai kalangan seringkali membuat saya harus mulai memahami mereka sebagai sebuah individu yang utuh. Bukan hanya sebuah nama tapi juga kepribadian. Ada yang sangat halus perasaannya hingga mudah menangis bahkan meski tak menonton film romantis melankolis. Ada yang sangat keras dengan prinsip hingga membuat orang yang berada di dekatnya harus mengerti saat ia mulai mengeluarkan statement tertentu. Ada yang sangat antipati dengan konflik hingga menganggap hingar bingar tak cocok baginya. Ada pula yang sangat lucu jika berceloteh hingga membuat teman di sekitarnya bisa tertawa hanya dengan mendengar ceritanya. Banyak karakter dengan spesifikasi yang berbeda membuat saya mengerti manusia diciptakan tak hanya 4 jenis saja, bahkan ada yang gabungan sifat dari melankolis koleris maupun sanguin plegmatis.

Sajak Gusmus Tentang Cinta

Sajak Cinta - Gus Mus (KH. Musthofa Bisri) cintaku kepadamu belum pernah ada contohnya.. cinta romeo kepada juliet,si majnun qais kepada laila belum apa apa... temu pisah kita lebih bermakna dibandingkan temu-pisah Yusuf dan Zulaikha... rindu-dendam kita melebihi rindu-dendam Adam dan Hawa