Langsung ke konten utama

Kesamaan antara Kim Min-chae dan Baek Yi-jin dalam Drama Korea Twenty Five Twenty One

 

Dalam drama korea Twenty Five Twenty One yang ditayangkan di stasiun televisi TvN dan aplikasi Netflix, penonton disuguhkan misteri siapa ayah Kim Min-chae? Dan siapa suami Na Hee-do?


Apakah Baek Yi-jin adalah ayah dari Kim Min-chae? 


Apalagi sosok Baek Yi-jin saat dewasa tidak diperlihatkan dalam drama, jadi masih menjadi misteri hingga episode 12. Yups... Masih ada 4 episode lagi yang bikin penonton ikutan overthinking mikirin ending drama korea Twenty Five Twenty One. 😂


Pertanyaan ini menjadi sebuah tanda tanya karena penonton tidak tahu sebetulnya mau dibawa kemana kisah cinta Na Hee-do dan Baek Yi-jin? 


Apakah Baek Yi-jin menikah dengan Na Hee-do? 


Yaa... mengingat kisah cinta mereka yang sangat manis di usia 25 21, di mana itu adalah usia Baek Yi-jin dan Na Hee-do saat jatuh cinta. Na Hee-do berusia 21, sedangkan Baek Yi-jin berusia 25 saat sedang jatuh cinta dengan gadis pujaannya. 


Apakah kisah cinta Na Hee-do dan Baek Yi-jin berakhir happy ending?


Jadi, mari kita lihat apakah ada clue atau pertanda yang memberikan tanda bahwa Kim Min-chae memiliki kesamaan karakter dengan Baek Yi-jin? Yang artinya ia adalah anak dari Baek Yi-jin? Hmm... jadi makin overthinking nih. Hehe


Ataukah kesamaan karakter Kim Min-chae dan Baek Yi-jin ini hanyalah contoh dari labilnya masa muda di usia 20 an?


Simak review drama korea Twenty Five Twenty One  dalam postingan ini ya! 


❤❤❤


Kesamaan antara Karakter Kim Min-chae dan Baek Yi-jin dalam Drama Korea Twenty Five Twenty One


1. Kabur dari 'masalah'


Bapaknya ke Pohang, anaknya kabur ke rumah nenek. Kalau benar Yijin adalah ayah Kim Min-chae, apakah karakter mereka tidak jauh berbeda? 


Baek Yi-jin pernah kabur ke Pohang saat ia sedang menghadapi masalah. Saat itu  Yijin berpikir hidupnya dan adiknya akan jauh lebih baik jika mereka pergi jauh dari Seoul.


Kehidupan di masa krisis moneter 1998 memang seringkali membuat seseorang menyerah pada keadaan. Khawatir berlebihan dan memilih untuk kabur dari masalah. Apakah terdengar seperti seorang pengecut? Nyatanya Yi-jin pernah merasa gagal dalam hidupnya. Ia pun memilih untuk pindah ke rumah pamannya di Pohang. 


Di Pohang, Baek Yi-jin menjadi seorang penjual aneka seafood dan ikan. Ia diamanahi pekerjaan itu untuk membantu pamannya yang seorang pengusaha ikan. Pamannya sudah lama menggeluti bidang perikanan itu sehingga sudah memiliki banyak cabang kios ikan.





2. Punya prinsip hidup 'jalanin aja'


Baek Yi-jin punya prinsip hidup yang lebih santai. Ia tahu bahwa hidup harus realistis karena keinginannya bisa saja tidak terwujud. Jadi, ia lebih memilih untuk menjalani hidup dengan mindfullnes. 


Baek Yi-jin tidak ngoyo mengejar impian, namun tetap bekerja keras di saat memiliki kesempatan untuk mengubah nasibnya.




3. Punya Semangat Kejar Impian Setelah Kenal Na Hee-do


Baek Yi-jin pernah hampir menyerah dengan hidupnya. Sama dengan Kim Min-chae yang menyerah dengan balet, mungkin diary Na Hee-do yang bisa kembali memotivasi Min-chae seperti semangat Hee-do yang bikin Yi-jin terus mencoba. 


Kim Min-chae baca diary Na Hee-do


#TwentyFiveTwentyOne

sumber : https://t.co/DkxvCygaKb


Baca juga : 










Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Review Film Remaja Indonesia] Rompis : Sebuah Roman Picisan

  Review Film Rompis : Sebuah Roman Picisan   Tayang perdana tahun 2018 Durasi film : 1 jam 39 menit Pemain film : Arbani Yasiz, Adinda Azani, Umay Shahab, Cut Beby Tshabina Sutradara : Monty Tiwa Rating : 8/10 bintang  Nonton di Netflix

Sebuah Kado Istimewa Untuk Orang Spesial

Mengenal teman dari berbagai kalangan seringkali membuat saya harus mulai memahami mereka sebagai sebuah individu yang utuh. Bukan hanya sebuah nama tapi juga kepribadian. Ada yang sangat halus perasaannya hingga mudah menangis bahkan meski tak menonton film romantis melankolis. Ada yang sangat keras dengan prinsip hingga membuat orang yang berada di dekatnya harus mengerti saat ia mulai mengeluarkan statement tertentu. Ada yang sangat antipati dengan konflik hingga menganggap hingar bingar tak cocok baginya. Ada pula yang sangat lucu jika berceloteh hingga membuat teman di sekitarnya bisa tertawa hanya dengan mendengar ceritanya. Banyak karakter dengan spesifikasi yang berbeda membuat saya mengerti manusia diciptakan tak hanya 4 jenis saja, bahkan ada yang gabungan sifat dari melankolis koleris maupun sanguin plegmatis.

Sajak Gusmus Tentang Cinta

Sajak Cinta - Gus Mus (KH. Musthofa Bisri) cintaku kepadamu belum pernah ada contohnya.. cinta romeo kepada juliet,si majnun qais kepada laila belum apa apa... temu pisah kita lebih bermakna dibandingkan temu-pisah Yusuf dan Zulaikha... rindu-dendam kita melebihi rindu-dendam Adam dan Hawa