Saturday, 9 January 2021

3 Tips Agar Sukses Mewujudkan Resolusi Awal Tahun by Jiemi Ardian

Materi blogpost kali ini adalah materi di twitter Dokter Jiemi Ardian yang bisa kamu akses di twitternya @jiemiardian. 


Semoga resume materi ini bermanfaat buat kita semua ya. 



🌸🌸🌸


Resolusi tahun baru udah dibuat, tapi susah tercapai karena ada beban yang nggak selesai dari masa lalu, kayak ada bagian diri yang selalu ngehalangin.
“Kamu nggak akan bisa” “Liat tu orang lain udah gimana, kamu dari dulu gini gini aja”
“Kamu udah gagal”


Ketika merencanakan masa depan, kita nggak bisa lepas dari masa lalu. Bisa saja kita membohongi pikiran dengan pura-pura baik baik saja, membohongi perasaan dengan candu, distraksi, sibuk, dan pelarian. Tapi akhirnya kita nggak bisa lari dari masa lalu. Masa lalu akan terus mengikuti.

Ada nggak sih pola yang berulang, seakan menyabotase keberhasilan masa depan karena pola masa lalu?
Kayak orang tua yang mengkritisi kita saat kecil? “Emang kamu bisa?”

Kayak pola berulang yang kita tau nggak baik tapi tetep diulangin “Kok aku pacaran sama orang toxic terus”
Ada?

“Berarti tinggal dilepasin aja Dok masa lalunya”
"Masa lalu itu terekam di otak, di badan. Pada level tertentu, kita nggak bisa lepas dari pola yang ada di otak dengan motivasi “lepasin”, “move on”.
Kita butuh strategi lain untuk mempelajari pola baru, sembari melepaskan pola lama.

"Apakah berarti pola yang lama itu buruk?"
Nggak juga. Pola lama ini ada (dimasa lalu) untuk menolong kita memilih respon otomatis secara cepat. Pola otomatis ada supaya pengambilan keputusan bisa lebih cepat, didasari oleh pengalaman menghadapi konflik. Tujuannya untuk survive.

Misal: orang tua selalu ngambilin keputusan untuk kita. Sebagai anak lebih aman bagi kita untuk ngikutin pilihan orang dewasa
Akibatnya saat dewasa kita sudah punya pilihan, tapi kita tetep nggak bisa milih sendiri. Kita tetep ngikutin pola lama untuk dipilihin, sekalipun nggak suka.

Pola lama terus berulang karena tubuh menganggap bahwa itu bermanfaat. Diri saat ini merasa pola lama mengganggu karena tidak sesuai konteks usia, lingkungan dan tujuan.
Itu kenapa menetapkan tujuan resolusi saja tidak cukup, kita perlu memerhatikan pola masa lalu yang menghalangi.

🌸🌸🌸

Bagaimana menghadapi pola masa lalu? Kita butuh ASU
A-mati S-adari
U-bah


Kita bahas satu per satu ya :


1. Amati

Amati pola yang hadir dan menghalangi resolusimu. Apakah ada pola berkaitan kritik diri, keraguan, rasa bersalah, marah, tidak berharga dan sebagainya yang membuat kita mundur atau mensabotase tujuan?
Amati pola pola yang ada dan tuliskan itu dalam jurnal harianmu.

2. Sadari

Sadari pola yang tadi kita catat KETIKA pola tersebut sedang terjadi (bukan setelah pola tersebut terjadi).
Ketika pola yang kita kenal ini hadir, diem sebentar dan jangan langsung melakukan dorongan perilaku seperti pola sebelumnya. Stop dulu aja, sadari sebentar.

Apa yang perlu disadari? Pikiran, perasaan, perilaku, dan dorongan mau ngapain. Sadari bahwa dengan pola yang sama, kita akan berujung pada hasil yang sama.
Sadari dulu bahwa kalau kita melakukan seperti yang biasa dilakukan, maka hasilnya akan gitu gitu aja.


3. Ubah

Secara sadar pilih untuk mengubah perilaku. Akan terasa tidak nyaman, tidak mudah karena kita sedang membuat pola baru. Akan ada kepleset kembali ke pola lama, tapi itu wajar.
Secara sadar, pilih perilaku lain yang sesuai konteks dapat membuat kita bertumbuh, Level Up.

🌸🌸🌸


Semua orang ingin berkembang menjadi lebih baik. Nah, bukankah salah satu momen paling baik untuk berkembang adalah di tahun baru dengan segala resolusinya?

TET-TOT! Penelitian mengatakan bahwa 80% resolusi tahun baru menjadi gagal atau batal, saat memasuki bulan Februari. Ternyata, walaupun kita tahu bahwa mengembangkan diri adalah untuk sesuatu yang baik, tetap saja tidak mudah untuk itu.

Maka dari itu, untuk membantu teman-teman mengembangkan diri. Kami mengajak kalian untuk mengawali tahun dengan seminar perdana "LEVEL 1+ : RESET, RESTART, AND RETRY"

Dalam seminar ini, kita akan membahas tentang:

- Melepaskan diri dari trauma akan kegagalan di tahun-tahun sebelumnya
- Menghilangkan ketakutan akan kegagalan yang belum tentu terjadi
- Menentukan apakah kondisi saat ini perlu tetap dipertahankan... atau justru ditinggalkan?

Oleh karena masa lalu yang terbawa menghalangi resolusi masa depan, Jiemi Ardian dan @ndreamon @nagotejena ngajak buat level up bareng belajar keluar dari jebakan masa lalu, di webinar tanggal 10 Januari nanti.


🌸🌸🌸


LEVEL UP WITH US (LEVEL UWU) adalah sebuah platform pengembangan diri yang diprakarsai oleh tiga tokoh di bidang kesehatan mental: Jiemi Ardian, Andreas Kurniawan, dan Nago Tejena.

Yuk, jadi bagian dalam acara perdana Level UWU agar menjadi pribadi yang lebih sadar, lebih berkembang, dan tentu saja lebih UWU.

Acaranya tanggal 10 Januari 2021,
20.00 - 22.00 WIB
Via Zoom
Sekian cuap-cuapnya. Lesgo!

🌸🌸🌸

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. Salam kenal. ^_^