Langsung ke konten utama

Takdir Tuhan

Apa yang tertakdir untukmu akan menjadi milikmu. 
Tidak peduli bagaimana caranya, lewat jalan berliku atau lancar tanpa hambatan. 

Semua adalah karena kuasa Allah. 
Sayangnya manusia sering lupa untuk menyandarkan sesuatu pada Sang Maha, hingga meminta pada makhluk.
Padahal siapalah manusia itu, hanya makhluk ciptaan-Nya yang tidak bisa memberikan apa-apa padamu. 

Mendekat padaNya, minta padaNya. 
Hanya Dia yang bisa memberikan apa pun yang kamu inginkan, bahkan tanpa batas. 
Dan Dia memberi saat kamu benar-benar membutuhkannya, di saat yang paling tepat dan terbaik menurutNya.

*noted to my self*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Review Film Remaja Indonesia] Rompis : Sebuah Roman Picisan

  Review Film Rompis : Sebuah Roman Picisan   Tayang perdana tahun 2018 Durasi film : 1 jam 39 menit Pemain film : Arbani Yasiz, Adinda Azani, Umay Shahab, Cut Beby Tshabina Sutradara : Monty Tiwa Rating : 8/10 bintang  Nonton di Netflix

Sebuah Kado Istimewa Untuk Orang Spesial

Mengenal teman dari berbagai kalangan seringkali membuat saya harus mulai memahami mereka sebagai sebuah individu yang utuh. Bukan hanya sebuah nama tapi juga kepribadian. Ada yang sangat halus perasaannya hingga mudah menangis bahkan meski tak menonton film romantis melankolis. Ada yang sangat keras dengan prinsip hingga membuat orang yang berada di dekatnya harus mengerti saat ia mulai mengeluarkan statement tertentu. Ada yang sangat antipati dengan konflik hingga menganggap hingar bingar tak cocok baginya. Ada pula yang sangat lucu jika berceloteh hingga membuat teman di sekitarnya bisa tertawa hanya dengan mendengar ceritanya. Banyak karakter dengan spesifikasi yang berbeda membuat saya mengerti manusia diciptakan tak hanya 4 jenis saja, bahkan ada yang gabungan sifat dari melankolis koleris maupun sanguin plegmatis.

Sajak Gusmus Tentang Cinta

Sajak Cinta - Gus Mus (KH. Musthofa Bisri) cintaku kepadamu belum pernah ada contohnya.. cinta romeo kepada juliet,si majnun qais kepada laila belum apa apa... temu pisah kita lebih bermakna dibandingkan temu-pisah Yusuf dan Zulaikha... rindu-dendam kita melebihi rindu-dendam Adam dan Hawa