Langsung ke konten utama

4 Filosofi Motif Batik Khas Indonesia Yang Indah dan Menawan

Berbagai jenis motif batik khas Jawa baik batik Solo maupun Yogyakarta sangat layak untuk dijadikan simbol keindahan dan keagungan budaya Indonesia. Motif batik mencerminkan filosofi dan kisah  bersejarah yang ada di balik pembuatan motif batik unik tersebut.


Apalagi dahulu batik motif tertentu hanya digunakan oleh kalangan pemimpin maupun bangsawan berdarah biru. Itu sebabnya, saat menggunakan kain batik mencerminkan kedudukan/strata sosial seseorang pada saat itu. Namun, kini kain batik Indonesia bisa dipakai oleh orang atau rakyat biasa. Jadi, ada beberapa motif batik Indonesia yang sudah bisa digunakan oleh orang biasa. 


Nah, ingin tahu apa saja motif batik yang unik dan khas dari Indonesia? Simak penjelasan filosofi batik dan sejarah motif batik khas Jawa di bawah ini ya!


Inilah 4 Filosofi Motif Batik Khas Indonesia Yang Indah dan Menawan


1. Batik Truntum

Batik Truntum sering digunakan sebagai simbol kesetiaan, cinta yang tulus tanpa syarat, dan abadi. Harapannya, dengan mengenakan baju batik Truntum, maka cinta yang dirasakan oleh pasangan pengantin semakin lama terasa semakin indah dan berkembang.


Pada sekitar tahun 1749-1788 Masehi, saat Ratu Kencono (Permaisuri Paku Buwono III) sedang bersedih karena dilupakan oleh sang suami, ketika itu pula sang permaisuri memilih untuk mendekatkan diri dan selalu berdoa di keheningan malam pada Sang Pencipta diselingi dengan membatik. 


Doa tulus sang Ratu terjawab, melalui indahnya motif bintang-bintang yang tertulis pada kain membuat sang raja luluh, memperhatikan, dan cinta sang raja pada permaisuri bersemi kembali.


batik jogja - batik sang ratu
aneka motif batik Truntum (doc : lifestyle.okezone.com)


Motif batik Truntum melambangkan cinta kasih dan kesetiaan. Motif batik Truntum ini biasa dikenakan oleh orang tua pengantin pada upacara panggih pengantin atau dikenakan oleh pengantin sendiri saat ijab qobul maupun midodareni.


Dengan mengenakan kain motif batik Truntum ini diharapkan cinta suami istri semakin lama akan semakin tumaruntum bagaikan bintang di langit yang tiada henti memancarkan sinar, menerangi, dan semakin dipandang semakin banyak berpendaran, menurun kepada pasangan pengantin.


2. Batik Wahyu Tumurun

Batik Wahyu Tumurun digunakan sebagai simbol kemuliaan, selalu berharap kepada Sang Pencipta, demikian pula pengharapan yang bersifat keduniawian.


Motif batik Wahyu Tumurun telah dikenal sejak tahun 1480 Masehi di wilayah Yogyakarta. Motif batik ini banyak disukai karena keindahan dan filosofinya yang mendalam.  Motif batik Wahyu Tumurun ini menggunakan motif tambahan yang mengelilingi dan melengkapi motif lainnya. Mulai dari semen, isen bunga-bunga, burung sawunggaling, truntum, motif ukel, corak sogan, dan juga ragam motif granitan.


motif batik jogja khas indonesia
motif batik wahyu tumurun (doc : https://cdn.islamtoday.id/)


Dalam perjalanannya, motif Wahyu Tumurun mengalami perkembangan variasi karena pengaruh budaya lain saat itu, namun pola utamanya berupa mahkota terbang tetap jelas terlihat sebagai simbol kemuliaan yang mengajak para pemakai kain batik Wahyu Tumurun ini untuk lebih berharap dan selalu ingat pada Sang Pencipta. Demikian pula pengharapan yang bersifat keduniawian seperti pangkat, kedudukan tinggi serta tercapainya cita-cita.


Motif Batik Wahyu Tumurun ini juga menyiratkan berkah kehidupan lahir batin dalam kehidupan berumah tangga, keharmonisan dan kebahagiaan yang langgeng dan terjaga selama-lamanya. Oleh karena itu dalam pernikahan adat Jawa, motif batik Wahyu Tumurun ini sering dikenakan oleh pengantin jawa.


3. Batik Sekar Jagad


Batik Sekar Jagad digunakan sebagai simbol kesatuan, yang menghargai perbedaan dan keanekaragaman dalam sudut pandang keindahan. 


Motif batik Sekar Jagad mulai berkembang sejak abad ke 18. Batik ini merupakan warisan nusantara yang berasal dari Solo dan Yogyakarta. Kain batik Sekar Jagad memiliki guratan pesona yang sangat mengagumkan dan tak luput akan makna serta filosofi yang berisi ajaran moral untuk menuntun manusia ke arah keluhuran. 


batik jogja solo indonesia
motif batik sekar jagad (doc : akamaized.net/)


Makna motif Batik Sekar Jagad ini tertuang dalam selembar kain mori, yang merupakan perpaduan dari berbagai motif batik yang tergambar per bidang. Simbol kesatuan dari kebhinekaan dalam bentuk yang luwes, harmonis, dan selalu berdaya tarik tinggi meskipun dalam dimensi klasik ataupun modern.


Tak sedikit yang mengatakan, Sekar berarti bunga, Jagad adalah dunia. Bunga yang merupakan kusuma lambang keindahan. Yang mana keindahan tidak hanya sekedar terpancar melalui kecantikan fisik, namun juga sanubari yang melandasi tingkah laku, tutur kata dan perbuatan dalam kehidupan di dunia ini.


Sekar Jagad yang merupakan kusumaning jagad, diharapkan dapat menyemangati seseorang yang mengenakannya untuk mampu menjadi insan yang luhuring budi utami ing pekerti dan orang lain yang melihat akan terpesona.


4. Batik Purbonegoro

Batik Purbonegoro digunakan sebagai simbol kepemimpinan, yaitu figur pemimpin yang baik harus mampu menyejahterakan rakyat dan menjaga lingkungan.


Kesan klasik, mewah dan megah begitu terasa dalam motif batik Purbonegoro ini, yang merupakan salah satu jenis motif batik yang sarat makna. Wastra Jawa asli dengan pola menawan, pola berjajar dan simetris menggambarkan rangkaian bunga matahari (helianthus annuus), keluarga dari jenis bunga compositae.


Motif batik Purbonegoro Dibuat dengan menggunakan teknik ceplok atau teknik cap sehingga terlihat seperti pola yang berulang-ulang, dimana lempengan benda keras yang bermotif digunakan untuk membubuhkan malam atau lilin di atas permukaan kain. Motif batik ini sangat langka karena keterbatasannya, pada zaman dahulu motif batik ini diciptakan hanya untuk kalangan ngarso dalem atau pemimpin.


motif batik khas indonesia
Motif batik Purbonegoro (doc : harryani.wordpress.com)


Secara bahasa, Purbo berarti memelihara atau kewenangan, sedangkan Negoro berarti negara. Sebuah filosofi terangkum dalam motif batik Purbonegoro ini, bahwa seorang pemimpin wajib memelihara negara dengan sebaik-baiknya demi untuk kesejahteraan, ketentraman dan kemakmuran rakyat, termasuk dalam memelihara kelestarian lingkungan.


Nah, sudah tahu kan filosofi dan sejarah motif batik khas Indonesia? Semoga artikel ini membantumu mengenal dan memaknai budaya Indonesia dengan lebih baik ya. Selamat melestarikan budaya Indonesia! See you next post!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Review Film Remaja Indonesia] Rompis : Sebuah Roman Picisan

  Review Film Rompis : Sebuah Roman Picisan   Tayang perdana tahun 2018 Durasi film : 1 jam 39 menit Pemain film : Arbani Yasiz, Adinda Azani, Umay Shahab, Cut Beby Tshabina Sutradara : Monty Tiwa Rating : 8/10 bintang  Nonton di Netflix

Sebuah Kado Istimewa Untuk Orang Spesial

Mengenal teman dari berbagai kalangan seringkali membuat saya harus mulai memahami mereka sebagai sebuah individu yang utuh. Bukan hanya sebuah nama tapi juga kepribadian. Ada yang sangat halus perasaannya hingga mudah menangis bahkan meski tak menonton film romantis melankolis. Ada yang sangat keras dengan prinsip hingga membuat orang yang berada di dekatnya harus mengerti saat ia mulai mengeluarkan statement tertentu. Ada yang sangat antipati dengan konflik hingga menganggap hingar bingar tak cocok baginya. Ada pula yang sangat lucu jika berceloteh hingga membuat teman di sekitarnya bisa tertawa hanya dengan mendengar ceritanya. Banyak karakter dengan spesifikasi yang berbeda membuat saya mengerti manusia diciptakan tak hanya 4 jenis saja, bahkan ada yang gabungan sifat dari melankolis koleris maupun sanguin plegmatis.

Sajak Gusmus Tentang Cinta

Sajak Cinta - Gus Mus (KH. Musthofa Bisri) cintaku kepadamu belum pernah ada contohnya.. cinta romeo kepada juliet,si majnun qais kepada laila belum apa apa... temu pisah kita lebih bermakna dibandingkan temu-pisah Yusuf dan Zulaikha... rindu-dendam kita melebihi rindu-dendam Adam dan Hawa