Langsung ke konten utama

Amanah dan Rasa Percaya

Pernah nggak sih, ada yang dikasih amanah malah takut? Takut nggak sesuai dengan keinginan yang memberi amanah, takut lebih banyak ngasih hal-hal yang di luar prediksi? Saya lagi ngerasa gitu. Karena semakin banyak amanah akan semakin banyak tanggung jawab yang diemban. :')

Sejujurnya waktu tahu pas dikasih amanah itu, saya sempet nolak. Tapi mbaknya udah bilang gini. "Mbak, udah dikirim vouchernya sama perusahaan. Nanti sampai tanggal sekian." Dan saya speechless, nggak mungkin bisa nolak lagi karena ini udah dikirim. Posisinya udah mepet banget kan ya. Kemarin paket yang dimaksud sampai ke rumah. Saya kaget dong dengan kecepatan paketnya nyampe rumah. Dan sudah mulai ancang-ancang menyelesaikan banyak kerjaan lain sebelum mengerjakan tugas itu. 

Satu lagi ada kejadian yang serupa. Saya ditawari ibu ngajar anak SMP. Awalnya nggak banyak, paling cuma 2-3 anak. Seiring waktu anaknya nambah :') Gimana bisa kok nambahnya banyak pula. Sekarang malah pegang 7 anak sekaligus dengan 3 sesi berbeda. Saya sempe was-was karena makin bakalan banyak tugas yang harus diselesaikan. Lagipula, materi sekolahnya juga bejibun banget. Huhu. Ekstra belajarnya. Thanks to internet karena banyak membantu saya searching materi yang nggak ada di buku. Huhu. :( 

Ditambah lagi tugas lainnya yang bikin saya mewek karena ada ucapan koordinatornya yang bilang, "Saya percaya kalian bisa menyelesaikan tugas ini." dan kata-kata-kata seperti, "Sudah mantap sama mba Ila. Jadi tanggal sekian bisa ngisi materi workshopnya?" Saya sempet menawarkan agar yang ngisi materi orang lain aja. Yang saya tahu lebih banyak berjibaku untuk urusan monetize blog. Dan ya, nggak bisa dipungkiri kata-kata seperti ini bikin saya takut. Sebegitu besar rasa percaya, saya justru takut nggak bisa memberi yang terbaik. Meski pun selama ini pun udah pernah ngerjain hal yang serupa dengan itu. 

Lagi-lagi yang namanya amanah itu berat ya. Nggak semudah kata-kata sseperti "saya siap" atau semacamnya. Kalau gini jadi musti mawas diri dan banyak-banyakin doa, deg-degannya tetep bahkan nggak berkurang sampai semua urusan kelar. Banyak doa buat semua kegiatan biar selesai satu-satu tanpa saya takut hasilnya kurang sempurna. Allah, tolong bantu ya. Apalah saya tanpa bantuanMu. :')

Komentar

Posting Komentar

Silahkan berkomentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. Salam kenal. ^_^

Postingan populer dari blog ini

[Review Film Remaja Indonesia] Rompis : Sebuah Roman Picisan

  Review Film Rompis : Sebuah Roman Picisan   Tayang perdana tahun 2018 Durasi film : 1 jam 39 menit Pemain film : Arbani Yasiz, Adinda Azani, Umay Shahab, Cut Beby Tshabina Sutradara : Monty Tiwa Rating : 8/10 bintang  Nonton di Netflix

3 Fungsi Penting Wisman Butter dalam Pembuatan Kue

3 Fungsi Penting Wisman Butter dalam Pembuatan Kue Hampir mirip dengan margarin, namun pada dasarnya mentega ini berbeda dari bahan makanan tersebut, diantaranya adalah jika dilihat dari segi bahan baku pembuatannya. Dimana mentega sendiri terbuat dari lemak hewan, sedangkan margarin terbuat dari lemak tumbuhan. Begitu juga dari segi rasanya jauh lebih gurih. Ada banyak sekali diantara merk-merk yang memang mengeluarkan produk tersebut, salah satu diantaranya adalah Wisman butter  yang sangat banyak tersedia di pasaran Indonesia

Sajak Gusmus Tentang Cinta

Sajak Cinta - Gus Mus (KH. Musthofa Bisri) cintaku kepadamu belum pernah ada contohnya.. cinta romeo kepada juliet,si majnun qais kepada laila belum apa apa... temu pisah kita lebih bermakna dibandingkan temu-pisah Yusuf dan Zulaikha... rindu-dendam kita melebihi rindu-dendam Adam dan Hawa