Monday, 17 October 2016

Sebuah Kado Istimewa Untuk Orang Spesial

Mengenal teman dari berbagai kalangan seringkali membuat saya harus mulai memahami mereka sebagai sebuah individu yang utuh. Bukan hanya sebuah nama tapi juga kepribadian. Ada yang sangat halus perasaannya hingga mudah menangis bahkan meski tak menonton film romantis melankolis. Ada yang sangat keras dengan prinsip hingga membuat orang yang berada di dekatnya harus mengerti saat ia mulai mengeluarkan statement tertentu. Ada yang sangat antipati dengan konflik hingga menganggap hingar bingar tak cocok baginya. Ada pula yang sangat lucu jika berceloteh hingga membuat teman di sekitarnya bisa tertawa hanya dengan mendengar ceritanya. Banyak karakter dengan spesifikasi yang berbeda membuat saya mengerti manusia diciptakan tak hanya 4 jenis saja, bahkan ada yang gabungan sifat dari melankolis koleris maupun sanguin plegmatis.


Saya mengenal orang dari berbagai sisi, sisi baiknya dan buruknya. Ada yang saking baiknya membuat saya ingat bagaimana ia memberikan hadiah-hadiah kepada sahabatnya meskipun bukan dalam rangka perayaan apapun. Anggaplah sebagai sebuah hadiah yang mengeratkan persahabatan. Ada juga yang sangat senang beriuh rendah di social media tapi minim interaksi di dunia nyata, ya... mau bagaimana lagi. Sekali lagi itu pilihan bagi setiap orang. Tak bisa disamakan dan setiap orang pasti memiliki alasan mengapa ia melakukan hal itu.

Kalau diingat-ingat saya yang dulunya tomboy memang lebih mudah dekat dengan teman yang sama-sama tomboy dan nggak doyan dandan juga. Karena pemikiran yang lebih simple, logis dan nggak pake menye-menye. Tapi kadang ada saat di mana saya menye-menye juga terutama kalau siklus PMS tiba, ya... jangan ditanya deh gimana sensinya. Pasti lebih galak dari ibu kucing yang anaknya digangguin. :p

Mengenal beragam karakter membuat saya jadi lebih paham bagaimana cara menempatkan diri. Dari yang biasanya hanya memahami satu orang dari satu sisi yang tampak di luar, kini mau tak mau harus mulai mengerti bahwa kadang orang bisa menampilkan sisi lainnya karena terdorong oleh suatu sebab. Misalnya prinsipnya ditentang atau impiannya tidak dihargai. Ya, sesederhana itu bahkan termasuk soal eksistensi.

Kalau menyoal eksistensi sih saya lebih suka bilang bahwa setiap orang punya jalan hidup masing-masing. Jalan kesuksesan yang tak sama. Jadi apa yang bakalan dipersoalkan jika ternyata ada orang yang lebih suka bergelut di satu passion dan mendalaminya hingga mencapai tingkat tertinggi. Ada juga yang sampai harus menyikut temannya sendiri demi sebuah impian.

Saya nggak bisa menyalahkan orang yang menganggap bahwa eksistensinya dipertanyakan. Ya, seperti yang dibilang oleh Teh Kiki Barkiah bahwa orang memiliki 3 kebutuhan paling penting : perhatian, pengakuan, dan penghargaan. Tiga hal yang jika tidak terpenuhi akan membuat seseorang menjadi tidak utuh dan mencari pelampiasan untuk dianggap sebagai sebuah individu yang independen.

Soal penghargaan ini saya jadi ingat ada seorang teman yang sangat senang mengoleksi piala karena menganggap bahwa piala adalah bagian dari sebuah penghargaan dari orang lain. Ada juga yang sangat senang dengan hadiah dari pertemanan sehat yang terjalin misalnya koleksi gelang couple kulit yang bisa dibeli di MatahariMall.com. Saya kalau lihat koleksi gelang couple kulit jadi ingat Karmen di AADC 2. Hanya Karmen yang sangat suka memakai gelang-gelangan dari berbagai jenis baik yang tali biasa maupun berbahan kulit. Sampai akhirnya si Cinta, Maura dan Milly membelikan Karmen sebuah gelang. Demi apa? Agar Karmen merasa dihargai, diakui dan mendapatkan perhatian dari sahabatnya pasca kejadian buruk yang menimpanya. Pemberian itu menegaskan bahwa Karmen adalah sahabat Cinta, Maura dan Milly yang tak akan lekang oleh zaman meski apapun yang terjadi di kehidupannya.

doc : https://www.mataharimall.com/spicegift-gelang-leather-multilayer-infinite-lovebirds-coklat-1521959.html


Jadi, rasanya tepat jika memberikan hadiah adalah salah satu cara menghargai manusia sebagai individu yang istimewa. Nah, kalau kamu, apa pernah memberikan hadiah bagi sahabat atau orang yang istimewa dalam hidupmu? Share dong di komentar. :)

10 comments:

  1. Ih, ada ya gelang kulit begitu di Matahari Mall? Aku suka banget. Dulu waktu kuliah, punya banyak. Gak tahu ke mana sekarang. Dibuang mama kayaknya. Cari ah. Kangeen. Tfs, Ila...

    ReplyDelete
  2. Foto gelangnya cakeeep, aku jadi kepingin beli buat sahabatku,

    ReplyDelete
  3. Sahabat diberikan apapun pasti selalu disimpannya karena sangat berharga, apapu yg diberikannya gak dilihat dari harga atau keistimewaan materinya.
    Dan lihat gelang di atas saya naksir! :D

    ReplyDelete
  4. Pernah ngasih barang ke temen seket atau sahabat gtu udh lama ternyata masih aja disimpannya, saya termasuk orang yang seperti itu juga mbak, kalo dikasih hadiah sama temen berupa barang pasti saya simpen baik2.. hehe..

    ReplyDelete
  5. Aksesoris yang kusuka juga gelang.. terutama yg model maskulin gitu.. tapiii kalo punya gelang model cowok, yang ada pada diambil sama temen2 cowokku.. bukannya ngasih malah ngambil.. aku tak dihargai -___-

    ReplyDelete
  6. lucu banget gelangnya.. aku sih punya gelang persahabatan tapi custom, jadi ada tulisan nama-nama kita.. :D

    ReplyDelete
  7. kalau lihat gelang yang cantik2 pasti deh aku bawaannya naksir
    kadang juga beli buat dipandang2 doang LOL
    jarang pake karena malas

    ReplyDelete
  8. Aku juga suka bangeeet gelang ala karmen begitu. Keren aja diliatnya hihihi

    ReplyDelete
  9. lucu juga gelangnya ....cocok ni untuk hadiah istri saya ...:)

    ReplyDelete
  10. Bener mba..memberikan hadiah itu bisa bermakna jika kita menghargai mereka dan berterima kasih secara tak langsung

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. Salam kenal. ^_^