Monday, 17 October 2016

Saat Traveling Memberi Kesan Tak Terlupakan

Traveling tak hanya mengantarkan saya pada tempat-tempat menarik saat berlibur, tapi juga menemukan hal-hal baru yang selama ini belum pernah saya rasakan sebelumnya. Jika dulu liburan hanya sekadar jalan-jalan menghabiskan waktu bersama keluarga karena ikut ortu saat libur sekolah, sekarang liburan pun bisa dijadikan bahan tulisan. Siapa tahu berguna bagi teman yang membaca tulisannya, begitu pikir saya saat itu.


A photo posted by Ila Rizky (@ilarizky) on

Senang rasanya mendapatkan teman baru dari aktivitas traveling seperti yang saya lakukan dalam 2 tahun terakhir ini. Kadang ada obrolan yang nyambung saat saya bertemu seseorang di kereta, saat perjalanan berangkat maupun pulang. Tapi kadang sesekali saya masih lebih suka menghabiskan waktu di kereta dengan membaca buku. Buku apa saja yang penting bisa dibawa di tas, seperti novel romance atau komik yang lebih tipis jika dibawa dalam perjalanan jarak jauh.

para penumpang yang bercengkrama di ruang tunggu stasiun poncol
petunjuk ruangan di stasiun poncol
Tas yang saya bawa pun tergantung muatan. Kalau hanya sehari saya bawa satu tas ransel kecil berisi snack, dompet, power bank, komik atau buku, dan mukena. Kalau lama saya bakalan bawa carier atau koper yang lebih besar dari ransel. Yang membuat suasana liburan menyenangkan adalah kesan yang dialami saat di tempat yang dituju bahkan saat transit sekalipun rasanya menyenangkan menghirup aroma petualangan yang bisa dirasakan saat ini. Di bulan April lalu saat ke Malang saya masih melihat boarding pas hanya digunakan oleh penumpang yang berasal dari kota besar seperti Bandung. Contohnya adek saya yang pakai boarding pas karena berangkat dari stasiun Kiara Condong. Sedangkan saya yang berangkat dari Tegal tidak perlu menggunakan boarding pas.

Nah, saat September yang lalu saya ke Semarang, saya menemukan hal yang baru. Tiket fisik masih saya pegang karena saya membeli tiket di counter stasiun beberapa hari sebelum berangkat. Saat akan berangkat pukul 5 pagi, saya menemukan aturan baru bahwa penumpang harus mencetak lembaran boarding pas. Saya membatin, “Oh, berarti aturannya baru lagi ya.” Tak cukup sampai di situ, Oktober awal, tangga 8 kemarin saya ke Pekalongan untuk liputan Pekan Batik. Sebelum berangkat saya akan mencetak tiket fisik. Si bapak satpamnya bilang kalau nggak perlu mencetak tiket lagi, hanya perlu boarding pas saja. Yeah, akhirnya aturan baru muncul lagi.

Begitulah, ada banyak hal baru dalam hidup yang sungguh benar-benar baru saya rasakan saat bepergian. Aturan perkeretaapian hanya salah satu contohnya. Contoh lainnya adalah saat perut saya keroncongan karena belum sarapan, saya keluar dari pintu keluar di stasiun Poncol menuju kerumunan orang-orang yang sedang mengantri tiket. Di sana saya mencari tempat makan yang biasanya buka di stasiun. Saya pun melihat ada Alfamart, gerai yang menjual beraneka ragam makanan dan minuman dengan harga terjangkau.

Saya pikir lebih baik memilih makanan di Alfamart daripada beli fastfood yang antriannya lama itu. Belum lagi tempat makan yang terbatas membuat saya jadi lebih memilih Alfamart. Saat menjangkau makanan di rak-rak snack, saya pun memilih roti sandwich dua buat untuk pagi dan siang jika belum menemukan tempat makan yang cocok di lidah. Satu botol air mineral saya ambil di lemari pendingin. Dan saat antrian untuk membayar pun tiba. 

Satu hal yang saya acungi jempol adalah adanya fasilitas untuk memberikan komentar terhadap pelayanan kasir Alfamart. Jadi kalau dilayaninya buruk ya tinggal klik buruk di layar monitor di depan kasir. Saat itu saya melihat seorang ibu mengatakan hal ini, “Mbak, nasi bakarnya dijual ya? Berapa, mba?” Sang kasir pun menjawab, “6 rb an.” Harga yang cukup murah yang bikin nasi bakar itu langsung laris dibeli pembeli di depan saya. Saya pun hanya membayar dua buah roti sandwich dan satu botol air mineral. 

alamat head office alfamart di Cikokol

Buat traveler dadakan seperti saya, menemukan makanan dengan harga terjangkau dan mudah didapat adalah sebuah anugerah tersendiri. Asyiknya lagi bisa menemukan alamat alfamart di mana-mana karena nggak susah buat nemu gerai si lebah bercat merah ini di kota-kota  yang dilewati kereta api. Di mana ada stasiun, di situ juga ada alamat alfamart yang mudah dijangkau. Karena masuk ke dalam salah satu kios yang berderet di convenience store. Overall, saya suka kinerja Alfamart, karena memudahkan bagi siapapun termasuk traveler menemukan kebutuhannya dengan harga terjangkau. 


1 comment:

  1. wah ...asyik juga menjadi traveller ya mbak ....

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. Salam kenal. ^_^