Monday, 17 October 2016

Sebuah Kado Istimewa Untuk Orang Spesial

Mengenal teman dari berbagai kalangan seringkali membuat saya harus mulai memahami mereka sebagai sebuah individu yang utuh. Bukan hanya sebuah nama tapi juga kepribadian. Ada yang sangat halus perasaannya hingga mudah menangis bahkan meski tak menonton film romantis melankolis. Ada yang sangat keras dengan prinsip hingga membuat orang yang berada di dekatnya harus mengerti saat ia mulai mengeluarkan statement tertentu. Ada yang sangat antipati dengan konflik hingga menganggap hingar bingar tak cocok baginya. Ada pula yang sangat lucu jika berceloteh hingga membuat teman di sekitarnya bisa tertawa hanya dengan mendengar ceritanya. Banyak karakter dengan spesifikasi yang berbeda membuat saya mengerti manusia diciptakan tak hanya 4 jenis saja, bahkan ada yang gabungan sifat dari melankolis koleris maupun sanguin plegmatis.

Saat Traveling Memberi Kesan Tak Terlupakan

Traveling tak hanya mengantarkan saya pada tempat-tempat menarik saat berlibur, tapi juga menemukan hal-hal baru yang selama ini belum pernah saya rasakan sebelumnya. Jika dulu liburan hanya sekadar jalan-jalan menghabiskan waktu bersama keluarga karena ikut ortu saat libur sekolah, sekarang liburan pun bisa dijadikan bahan tulisan. Siapa tahu berguna bagi teman yang membaca tulisannya, begitu pikir saya saat itu.

Saturday, 15 October 2016

Menapaki Jalan Sunyi

Saya kira hanya ada drama di televisi, tapi nyatanya ada pula drama di kehidupan nyata. Bukan, ini bukan soal cinta atau semacamnya, tapi soal pekerjaan. Dulu saya sering denger cerita dari ibu soal drama di kantornya, tapi sekarang waktu ngalami sendiri apa yang ada, jadi mikir. Perempuan kok kebanyakan drama. Hal-hal kecil bisa jadi semakin besar ketika dianggap luka. Padahal, saya kira itu bukan soal gimana hal itu bisa terjadi, tapi ya, mba... bisakah menepikan perasaan sedikit saja? Nggak perlu semuanya dimasukkan ke dalam hati.