Thursday, 3 January 2013

Novel Cinta Tanpa Jeda by Indah Hanaco



Novel Cinta Tanpa Jeda by Indah Hanaco.

Saya punya buku ini udah lama, banget. Hehe. Sejak agustus tahun lalu kayaknya *lupa-lupa ingat* Satu-satunya alasan membeli buku ini awalnya karena nama penulisnya saya kenal, sama-sama satu grup penulisan. Liat buku di gramedia pandanaran, langsung saya bawa ke kasir dan pulang. 

Saya baru kelar baca karena pas agustus lagi sibuk, hehe :Dv 
Di buku ini, ada bagian-bagian tertentu yang bikin hati rasanya ikut nangis. Jadi saya berusaha nulis apa inti dari kisah di buku ini ya. :)

Mae Sallina, seorang aktris ternama yang mempunyai talenta bagus di banyak film yang dibintanginya, merasakan trauma yang hebat atas masa lalunya yang kelam. Waktu kecil Mae pernah diperkosa oleh pamannya sendiri, dan sampai bertahun-tahun lamanya, luka itu masih saja membekas dalam dirinya. Trauma masa lalu yang membuat dia menjauh dari laki-laki manapun, juga membuat dia membentengi diri dari dunia luar. Seolah semua orang patut dicurigai sebagai pembuat luka baru bagi dirinya. 

"Tanpa pernah disadari, peristiwa pelecehan itu membuat Mae berubah total. Dia mulai membenci sekaligus takut pada laki-laki. Tidak pernah suka bersentuhan meski hanya bersenggolan karena tempat yang penuh sesak. Mae selalu curiga jika ada yang bersikap manis padanya. Dia takut mereka mengincar sesuatu darinya."
Sampai sang paman meninggal pun, akhirnya ia baru bisa lepas dari kebencian paling rumit yang terjadi dalam hidupnya. Di atas pusara sang paman, Mae mengatakan sudah memaafkan sang paman. Buatnya, kelegaan telah memaafkan pamannya belum tuntas sampai di situ, karena ternyata trauma masa lalunya membuat Mae sering bertengkar dan membuat dia rendah diri di hadapan suaminya, Anton. Hampir setiap waktu bayang-bayang masa lalu itu memaksa Mae untuk terus meminta suaminya agar menceraikannya.

"Aku selalu takut dia hanya akan memberiku istana pasir yang akan roboh oleh sapuan ombak. Aku takluk oleh rasa takutku sendiri." (Mae)


Yang dibutuhkan Mae adalah terapi psikologis untuk masa lalunya. Sampai akhirnya Mae bisa hamil dan melahirkan setelah sempat hampir percaya vonis dokter untuknya bahwa ia tidak bisa hamil. 


"Kehidupan sudah membayar lunas semua "utang" padaku. detik ini, aku dilimpahi hidup yang begitu sempurna. Suami yang tampan dan gagah, setia, penyabar, dan luar biasa mencintaiku. Mungkin, penderitaan yang bertahun lalu harus kualami karena kelak aku bersanding dengan lelaki hebat ini. Inilah penebusan luar biasa indah yang diberikan Tuhan untukku. Ternyata, aku harus melangkahi lautan api terlebih dahulu."

Komentarku untuk novel ini ; 


Buku ini berkisah tentang cinta yang tak ada habisnya. Cinta yang tak berjeda meski banyak sekali aral melintang yang menghadang dua hati untuk bertaut. Cinta yang tak berjeda juga tak lelang oleh waktu. Tak ada batasnya dan tak pernah habis.

Karena ini buku pertama yang saya baca dari mba indah, keren rasanya membaca novel yang seolah tokohnya nyata. Pembaca bisa merasakan emosi luar biasa yang dialami oleh tokohnya. Pun, setiap karakter yang muncul di novel ini mempunyai ciri khas tersendiri yang setelah saya menutup buku ini pun, saya masih ingat apa ceritanya, apa konfliknya. Jadi, salut buat mba indah yang menyajikan kisah romantis ini dengan karakter kuat dan melekat di otak, sekaligus membuat penyelesaian yang menakjubkan untuk masalah inti yang diangkat dalam novel ini. Buku ini cocok untuk kamu yang belum bisa percaya kekuatan cinta bisa menghapus trauma masa lalu. :)

Novel Mba Indah Hanaco yang satu ini sangat keren. Bahkan sampai cetak ulang dan masuk dalam jajaran Top 2000 Gramedia lho. Yuk, miliki dan nikmati kisahnya. ;)




030112; 04:31

Wednesday, 2 January 2013

Kesalahan Interaksi


foto diambil di sini

Apa yang salah dari berinteraksi lawan jenis? 

Pertanyaan itu sudah lama saya pikirkan sejak dulu. Rasanya malas sekali untuk membahas andai saja bukan karena masalah itu muncul lagi. 

Satu-satunya yang membuat saya trauma adalah laki-laki yang baik, yang katanya mencintai perempuannya tapi masih saja suka nyamber sana sini dan komen sana sini pula. Saat itu langsung terlintas dalam benak saya ; apa laki-laki ini laki-laki normal? kalau iya, seharusnya dia menjauhi sumber terjadinya perselingkuhan.   

Saya percaya cinta bisa datang dari terbiasa. Orang jawa bilang "Witing tresno jalaran soko kulino" Cinta datang karena terbiasa, makanya risih liat yang begitu itu. Rasanya pengen nonjok sekencang-kencangnya! 

Sama halnya dengan laki-laki, perempuan pun bisa juga jatuh cinta lagi dengan laki-laki lain andai didekati terus menerus oleh laki-laki lain. Dalih kalau itu hanya sekedar interaksi biasa rasanya ga banget. Maukah laki-laki itu melihat perempuannya ngobrol lama dengan laki-laki lain? Ketawa-ketawa dan senyum-senyum?

Well, kalau ga mau dikekang, kamu tak perlu berkomitmen dengan perempuan mana pun. Karena pada dasarnya perempuan punya sifat pencemburu dan mudah dirayu, dan laki-laki mudah merayu dan mendua. Itu sudah hukum alam. Dan saya pun pernah dengar anjuran untuk tidak menceritakan kelebihan perempuan lain kepada pasangan, agar tidak menimbulkan jatuh cinta. 

So, masih mau bilang ga papa cuma interaksi biasa saja? 

Keren rasanya menjadi bunda khadijah yang bisa dicintai seumur hidupnya oleh muhammad. Saya mungkin masih belum bisa membuat laki-laki saya jatuh cinta seperti muhammad cinta pada khadijah. 

Sekali, dan selamanya.